SENI DAYAK ” TOPENG IRENG”
-SIMO KUMBANG-

Creator.jpg

Met pagi…bro
Yaahh… Setelah vakum beberapa hari ini selain sibuk kuliah..saya juga sibuk dalam mempersiapkan Pentas Seni Tradisional” di beberapa Tempat dikota Kab.Temanggung. Jateng Oya ..nie tempat kelahiranku…hehe..
Seni ini bernama Dayak Topeng Ireng” .

dayak.mp4_000014581.jpg

Nih..selayang pandang tentang seni “Topeng Ireng” atau yang juga dikenal dengan nama kesenian “Dayakan”
Topeng Ireng adalah tarian rakyat kreasi baru yang merupakan metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo. Asal muasal mengenai siapa yang menciptakan kesenian Topeng Ireng untuk pertama kalinya belum jelas dan rancu hingga saat ini. Namun, berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, kesenian Topeng Ireng mulai berkembang di tengah masyarakat lereng Merapi Merbabu dan Sumbing pada tahun 1960-an.

topeng-ireng.png

Dalam perjalanannya kesenian tersebut berkembang menjadi kesenian Topeng Ireng. Nama Topeng Ireng sendiri berasal dari kata “Toto Lempeng Irama Kenceng”.
Toto artinya menata, lempeng artinya lurus, irama artinya nada, dan kenceng berarti keras. Sedangkan “dayak” berarti sak ndayak ( ramai bersama-sama).

Oleh karena itu, dalam pertunjukan Topeng Ireng para penarinya berbaris lurus dan diiringi musik berirama keras dan penuh semangat.
Busana bagian bawah yang digunakan oleh para penari menyerupai pakaian adat “suku Dayak atupun Indian” Sekitar tahun 1995.

Keistimewaan Daya tarik utama yang dimiliki oleh kesenian Topeng Ireng tentu saja terletak pada kostum para penarinya. Hiasan bulu warna- warni serupa mahkota kepala suku Indian menghiasi kepala setiap penari

Sedangkan kostum bagian bawah seperti pakaian suku Dayak, rok berumbai-rumbai. Untuk alas kaki biasanya mengenakan sepatu gladiator atau sepatu boot dengan gelang kelintingan yang hampir 200 biji setiap pemainnya dan menimbulkan suara riuh gemerincing di tiap gerakannya. Setiap pertunjukan Topeng Ireng akan riuh rendah diiringi berbagai bunyi-bunyian dan suara. Mulai dari suara hentakan kaki yang menimbulkan bunyi gemerincing berkepanjangan, suara teriakan para penari, suara musik yang mengiringi, hingga suara penyanyi dan para penonton. Musik yang biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan Topeng Ireng adalah alat musik sederhana seperti gamelan, kendang, terbang, bende, seruling, dan rebana. Alunan musik ritmis yang tercipta akan menyatu dengan gerak dan teriakan para penari sehingga pertunjukan Topeng Ireng terlihat atraktif, penuh dengan kedinamisan dan religiusitas. Para penari juga terlihat sangat ekspresif dalam membawakan tariannya. Tarian Topeng Ireng sebenarnya mudah untuk dipelajari karena gerakannya yang sederhana. Tidak ada gerak tubuh yang rumit, karena yang menjadi poin utama dari tarian ini adalah kekompakan. Semakin banyak penari yang turut serta, maka semakin indah kolaborasi yang tercipta. Berhubung Topeng Ireng diciptakan sebagai kolaborasi antara syiar agama Islam dan ilmu pencak silat, tarian para penarinya juga berasal dari gerakan- gerakan pencak silat yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Satu lagi yang menjadi keistimewaan tarian Topeng Ireng dibandingkan kesenian rakyat lainnya adalah gerakannya yang tidak monoton. Dari waktu ke waktu inovasi baru selalu dilakukan dalam tiap pertunjukan Topeng Ireng. Pengembangan unsur- unsur artistik dan koreografi pun dilakukan ,dan yang terpenting dengan kesenian ini kelestarian budaya bisa tetap dijaga serta bangga akan budaya sendiri……
Biarpun katrok..ndeso tapi inilah kami….

topeng-ireng2.png

Go to the Top

Recent post:

Posted by brigade81